Jasa Pembuatan Website di Lombok
Aturan Penomoran pada surat resmi keorganisasian- Pengonaq Media
Pengonaq Media - Dalam Surat Resmi atau Surat Formal Organisasi/Lembaga terdapat beberapa bagian yang harus diketahui antara lain adalah: Kop Surat, Pendahuluan, Isi dan Penutup. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara dan contoh dari ; Nomor, Lampiran, dan Perihal pada Surat Resmi Keorganisasian. 

Umumnya pada bagian awal surat (dibawah Kop dan Alamat) selalu kita melihat tiga sampai empat baris berupa Nomor; Lampiran; (Kadang-kadang juga SIFAT) dan Perihal, contohnya seperti di bawah ini: 

Nomor
Lampiran
Perihal

Sekarang kita bahas mulai dari sistem peNOMORan. Perlu diketahui bahwa setiap institusi atau organisasi berhak membuat sistem / aturan penomoran suratnya sendiri dimana sistem tersebut bebas dilakukan sepanjang tidak keluar dari aturan umum sistem penomoran surat, berupa kode angka / huruf dan singkatan-singkatan. Contoh: 

Nomor : A.001/Pan-Pel/RBA/VI/2014 

Artinya: 

A = Merupakan kode untuk surat internal (misalnya surat undangan untuk anggota, surat apapun yang berkaitan dengan anggota organisasi / jaringan dalam institusi). Sehingga kode "B" berarti kode surat untuk pihak luar organisasi. Maka boleh juga memberikan kode C untuk Jenis Surat Tugas dan Surat Keterangan lainnya. 

001 = Artinya nomor seri surat itu dikeluarkan, misalnya dalam suatu kegiatan surat pertama yang dikeluarkan untuk internal lembaga khusus pada kegiatan tersebut adalah 001, maka apabila ada surat susulan otomatis menjadi 002

Pan-Pel = Artinya Panitia Pelaksana (jika surat itu khusus untuk sebuah kepanitiaan acara / kegiatan. Bagian yang ini bisa ada dan bisa juga tidak. Kode jenis ini umumnya ada: Kongres; Musda; Rapat; Prop; dll.

RBA = Identitas organisasi / institusi 

VI = Bulan ketika surat itu dikeluarkan, umumnya di tulis dalam angka romawi.

2014 = Tahun surat tersebut di keluarkan.

Lampiran artinya surat tersebut apakah ada lampiran. Misalnya: 

Lampiran : 1 Lembar (jumlah lampirannya 1 lembar) 
Lampiran : 1 Jilid Proposal (surat tersebut terdapat 1 jilid lampiran proposal)

Perihal : Apa itu perihal dalam surat? 
misalnya..
Perihal : Undangan; Rapat; Koordinasi; Evaluasi; Laporan; Sosialisasi; Klarifikasi; dst..
Bisa juga perihalnya lebih spesifik misalnya: Permohonan Dispensasi Biaya Kuliah; Permohonan Penundaan Pembayaran; Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan UN; (asalkan jangan terlalu panjang)

Sering juga ada tambahan SIFAT, misalnya :

Nomor : --
Lampiran :  --
Perihal :  --
Sifat : Penting

Artinya surat tersebut dirasa penting; atau bisa ditulis Istimewa; Mendesak; Biasa; dst.
Demikian cara dan contoh sistem penomoran surat formal yang umumnya digunakan di dalam tata cara surat - menyurat di Indonesia. 

Semoga Bermanfaat.

Catatan : Jika tulisan ini terdapat kesalahan seilahkan kirimkan kritikan / pendapat Anda pada kolom komentar di bawah.

Terima Kasih sudah membaca Aturan Penomoran pada surat resmi keorganisasian. Semoga Bermanfaat!